test

Kecelakaan Beruntun Membuat Adam Air Tak Lagi Mengudara

Kecelakaan Beruntun Membuat Adam Air Tak Lagi Mengudara


PEDANG BERITA- Maskapai AdamAir akhirnya tutup buku. Selasa 18 Maret 2008, izin terbang atau Operation Specification Adam Air dicabut Departemen Perhubungan melalui surat bernomor AU/1724/DSKU/0862/2008.

Berdasarkan catatan Sejarah Hari Ini (Sahrini) Liputan6.com, isi surat itu menyatakan bahwa Adam Air tidak diizinkan lagi menerbangkan pesawatnya berlaku efektif mulai pukul 00.00 WIB tanggal 19 Maret 2008.

"Operational specification Adam Air dengan ini dicabut. Dengan demikian Adam Air tidak diizinkan mengoperasikan pesawat," kata Dirjen Perhubungan Udara Budhi Mulyawan Suyitno di hadapan puluhan wartawan yang memadati Gedung Departemen Perhubungan, Jakarta, Selasa (18/3/2008).

Budhi memaparkan, ada beberapa alasan penting yang menjadi dasar pencabutan maskapai Adam Air. Salah satu yang terpenting terkait masalah pilot. Company pilot Adam Air tidak menjalankan fungsi pembinaan, latihan, dan pengawasan sesuai dengan SOP (standard operating procedure) Boeing 737.

"Akibatnya, check pilot proficiency untuk instruktur dan pilot Adam Air diambil alih DSKU (Direktorat Sertifikasi Kelaikan Udara). Hal ini tidak pernah diberlakukan di operator lain," kata Budhi.

Selain itu, pihaknya juga menemukan hal-hal yang sifatnya prinsip, seperti lack off dari SDM, baik pilot maupun co-pilot. Sehingga pilot tidak tahu harus berbuat apa, ketika ada emergensi.

"Itu juga terjadi saat accident Adam Air di Batam," ujar Budhi.

Persoalan lainnya terkait dengan quality assurance departemen yang tidak menjalankan tugasnya. Parahnya lagi, sering ada intervensi oleh departemen lain yang tidak terkait dengan keamanan dan kualitas. 

"Bukti yang paling nyata dengan ditemukannya beberapa spare part atau suku cadang yang tidak memiliki dokumen kelaikan atau banyak kejadian yang menyebabkan pesawat udara melakukan pendaratan darurat dan kembali ke base atau return to base atau return to apron," papar Budhi.

Budhi juga menyebutkan bahwa perawatan pelaksanan pesawat yang dilakukan departemen tekhnik tidak dilakukan sesuai company maintenance manual and programme. Sehingga terdapat pesawat yang rilis pemeriksaannya ditandatangani tanpa diperiksa.

"Komponen dan suku cadang yang diperlukan terhadap kelayakan udara pesawat tidak tersedia sehingga banyak ditemukan perpanjangan masa berlaku sesuai masa perbaikan suku cadang," tandasnya.

Sehari sebelumnya, tepatnya pada Senin 17 Maret 2008, manajemen Adam Air tampaknya telah memprediksi bahwa pemerintah bakal mencabut izin operasional maskapai itu. Setidaknya, dalam jumpa pers, Dirut Adam Air Adam Aditya Suherman menegaskan hal itu.

"Jika akhirnya izin operasional Adam Air dicabut, kami berusaha semaksimal mungkin agar hak-hak karyawan dapat terpenuhi. Namun kami kembalikan kepada para pemegang saham. Mau dibawa kemana perusahaan ini, apa karyawan mau di PHK?" ujar Adam.

Adam Air tak sendirian, karena sejumlah maskapai dunia juga pernah mengalami hal serupa. Mengalami kecelakaan, kemudian disusul kebangkrutan. Yang berbeda hanyalah jarak waktu kecelakaan dengan tutupnya maskapai tersebut.

Misalnya, maskapai penerbangan Carter asal Mesir yang mengalami kecelakaan pada 3 Januari 2004. Pada saat itu, penerbangan nomor 304 dengan pesawat Boeing 737-300 jatuh di Laut Merah setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sharm el-Sheikh. Kecelakaan itu telah menewaskan 148 penumpang yang sebagian besar adalah turis dari Prancis.

Kejadian tersebut menjadi kecelakaan terparah untuk pesawat jenis Boeing 737-300. Meski begitu, hasil penyelidikan kecelakaan tersebut menghasilkan perdebatan yang sengit. Dua bulan setelah kecelakaan tersebut, Flash Airlines mengalami bangkrut.

Pada 13 Januari 1982, pesawat 90 Air Florida menghantam jembatan 14th Street Bridge di Washington DC, Amerika Serikat. Pesawat Boeing jenis 737-200 itu mengangkut 74 penumpang dan lima kru kabin. Empat penumpang dan satu pramugari tercatat selamat dalam kecelakaan tersebut.

Penyelidikan menyebutkan bahwa kecelakaan tersebut adalah murni kesalahan sang pilot. Sang pilot tercatat gagal menghidupkan sistem perlindungan es internal yang digunakan untuk mencegah gangguan saat badai salju. Dua setengah tahun setelah kecelakaan tersebut, maskapai itu dinyatakan bangkrut.

Birgenair, maskapai asal Turki, diketahui telah mengalami kecelakaan pada pesawat 301 dari Puerto Plata, Republik Dominika menuju Frankfurt, Jerman melalui Gander, Kanada dan Berlin. Pada 6 Februari 1996, penerbangan yang menggunakan Boeing 757-225 ini mengalami kecelakaan setelah lepas landas dari Bandara Internasional Gregorio Luperon, Puerto Plata.

Penerbangan yang berisi 189 penumpang dan kru pesawat tersebut menghantam tanah dengan keras dan semua penumpang tewas. Kecelakaan tersebut telah membuat sentimen negatif terhadap maskapai tersebut. Akhir 1996, maskapai tersebut dinyatakan bangkrut.

Sumber : Liputan6

Kecelakaan Beruntun Membuat Adam Air Tak Lagi Mengudara Kecelakaan Beruntun Membuat Adam Air Tak Lagi Mengudara Reviewed by EsiaPoker on March 17, 2019 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.